Halo
Gak terasa sekali ya, udah smester II aja. Di semester II ini banyak sekali mata kuliah baru, salah satunya adalah psikologi pendidikan.Awalnya saya tidak terlalu tertarik dengan mata kuliah ini,karena saya tidak pernah berniat jadi tenaga pengajar.Namun setelah menjalin perkuliahannya, ternyata pelajarannya sangat bermanfaat, bukan hanya untuk orang yang ingin menjadi tenga pengajar, tetapi bermanfaat juga untuk kita,bisa di aplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari,contohnya saat kita mengajarkan adik kita dirumah.
Ditambah lagi dengan tugas-tugas dari mata kuliah ini,misalnya tugas observasi yang baru saja kami selesaikan.Dalam tugas ini kami memiliki banyak sekali tantangan,namun dari sinilah kami dapat belajar untuk berani. Saya berharap dikedepannya semua pelajaran yang saya dapat dari mata kuliah ini dapat terus saya aplikasikan,dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Sabtu, 08 April 2017
Selasa, 04 April 2017
Perkembangan Kognitif dan Bahasa (resume 3)
Perkembangan Kognitif dan Bahasa
Proses dan Periode Dalam Perkembangan
Proses Biologis, Kognitif, dan Sosioemosional
Ø
Proses biologis adalah perubahan dalam tubuh anak.
Ø
Proses kognisi adalah perubahan dalam pemikiran, kecerdasan, dan bahasa
anak.
Ø
Proses sosioemosional adalah perubahan dalam hubungan anak dengan orang
lain, perubahan dalam emosi, dan perubahan dalam kepribadian.
Periode
perkembangan
Periode perkembangan meliputi enam periode, yaitu:
Ø Infancy adalah periode dari kelahiran sampai usia 24 bulan.
Ø Early Chilhood (prasekolah) adalah periode dari akhir
masa bayi sampai umur 5 atau 6 tahun.
Ø Middle dan Late chilhood (masa sekolah dasar) dimulai
dari usia 6 samapi 11 tahun.
Ø Adolescense (remaja) adalah transisi dari masa anak-anak ke
usia dewasa. Periode ini dimulai sekitar usia 10 atau 12 tahun sampai usia 18 atau
20 tahun.
Ø Early adulthood dimulai di akhir usia remaja atau awal 20-an
sampai 30-an
Ø Adult (dewasa)
Perkembangan Kognitif
Otak
Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang bagaimana perubahan otak
saat usia anak-anak dan ketika mereka tumbuhh. Meski sudah ada kemajuan lumayan
dalam upaya menjelaskan perubahan perkembangna otak, namun masih banyak hal
yang belum diketahui.
Daerah dan
Sel Otak
Jumlah dan ukuran saraf otak terus bertambah setidaknya sampai usia remaja.
Penambahan ukuran otak juga disebabkan oleh myelination, sebuah proses dimana
banyak sel otak dan sistem saraf diselimuti oleh lapisan-lapisan sel lemak yang
bersekat-sekat. Synapse adalah jarak tipis antar neuron tempat terbentuknya
koneksi antar neuron. Lateralisasi adalah spesialisasi fungsi dalam satu bagian
otak atau satu bagian lainnya. Dalam individu dengan otak yang utuh,ada
spesialisasi fungsi di beberapa area:
Pemrosesan verbal
Pemrosesn nonverbal
Teori Piaget
Proses
Kognitif
Dalam memahami dunia mereka secara aktif, anak-anak menggunakan skema
(kerangka kognitif atau kerangka referensi). Skema adalah konsep atau kerangka
yang eksis di dalam pikiran seseorang yang dipakai untuk mengorganisasikan dan
menginterpretasikan informasi. Dua proses yang bertanggung jawab atas anak
menggunakan dan mengadaptasi skema mereka, yaitu: Asimilasi terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru
ke dalam pengetahuan yang sudah ada dan Akomodasi
terjadi ketika anak menyesuaikann diri pada informasi baru. Untuk memahami
dunianya, anak-anak secara kognitif mengorganisasikan pengalaman mereka.
Organisasi adalah konsep Piaget yang berarti usaha mengelompokkan perilaku yang
terpisah-pisah ke dalam urutan yang lebih teratur, ke dalam sistem fungsi
kognitif. Organisasi terjadi dalam tahap perkembangan. Ekuilibrasi adalah suatu
mekanisme yang dikemukakan Piaget untuk menjelaskan bagimana anak bergerak dari
satu tahap pemikiran ke tahap pemikiran selanjutnnya.
Tahap-tahap Piagetian
1.Tahap sensorimotor
Tahap ini, yang berlangsung sejak kelahiran samapi sekitar usia 2 tahun,
adalah tahap Piagetian pertama. Dalam tahap ini, bayi membangun pemahaman
tentang dunia dengan mengoordinasikan pengalaman indra dengan gerakan motor.
2.Tahap pra-operasional
Tahap ini adalah tahap Piagetian kedua. Tahap ini mulai dari sekitar 2
tahun sampai 7 tahun, ini adalah tahap pemikiran simbolis yang meningkat tetapi
pemikiran operasional belum ada.
Teori Vygotsky
Ada 3 klaim dalam inti pandangan Vygotsky, yaitu:
1. Keahlian kognitif anak dapat dipahami
apabila dianalisis dan diinterpretasikan secara developmental.
2. Kemampuan kognitif dimediasi dengan
kata, bahasa, dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis
untuk membantu dan mentransformasikan aktivitas mental.
3. Kemampuan kognitif berasal dari
relasi sosial dan dipengaruhi oleh latar belakang sosiokultural.
Di dalam 3 klaim dasar ini Vygotsky mengajukan gagasan yang unik dan kuat
tentang hubungan antara pembelajaran dan perkembangan. Salah satu ide unik
Vygotsky adalah konsepnya tentang Zone of Proximal Development. ZPD adalah
istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak
secara sendirian tetapi dapat dipalajari dengan bantuan dari orang dewasa atau
anak yang lebih mampu. Scaffolding erat kaitanya dengan gagasan ZPD, Teknik ini
untuk mengubah level bantuan untuk belajar. Seorang guru atau sesama murid yang
lebih pandai atau mampu menyesuaikan jumlah bimbingan sesuai dengan kinerja
murid. Pendekatan konstruktivis sosial Menekankan konteks dari pembelajaran dan
bahwa pengetahuan dibangun dan dikonstruksi secara bersama, teori Vygotsky
adalah contoh dari pendekatan ini.
Perkembangan Bahasa
Bahasa adalah bentuk komunikasi, baik itu lisan maupun tulisan bahkan
tanda, yang didasarkan pada sistem simbol. Semua bahasa manusia juga punya
aturan, yaitu:
Morfologi adalah
aturan untuk mengkombinasikan morfem, yang merupakkan serangkain suara yang
merupakan kesatuan bahasa terkecil.
Sintaksis
adalah cara kata dikombinasikan untuk membentuk frasa dan kalimat yang bisa di
terima.
Sematik adalah makna kata
dan kalimat.
Pragmantis adalah
penggunaan percakapan yang tepat.
Bahasa berkembang melalui tahap-tahap, dimulai dari tahap 0-6 bulan bayi
akan sekedar bersuara, membedakan huruf hidup, berceloteh pada akhir periode.
Tahap 6-12 bulan celotehan bayi akan bertambah dengan mencakup suara dari
bahasa ucap dan isyarat digunakan untuk mengomunikasikan suatu objek. Tahap
12-18 bulan bayi akan mengucapkan kata pertama dan rata-rata memahami 50
kosakata lebih. Tahap 18-24 bulan kosakata pada bayi bertambah sampai rata-rata
200 buah. Tahap 2 tahun kosakata pada anak akan bertambah cepat, penggunaan
bentuk jamak secara tepat, penggunaan kata lampau, dan penggunaan beberapa
preposisi atau awalan. Tahap 3-4 tahun rata-rata panjang ucapan naik dari 3
sampai 4 morfem perkalimat, menggunakan pertanyaan, menggunakan bentuk negatif
dan perintah, pemahaman pragmatis bertambah. Tahap 5-6 tahun kosakata mencapai
rata-rata 10.000 buah, koordinasi kalimat sederhana. Tahap 6-8 tahun kosakata
terus bertambah cepat, lebih ahli menggunakan aturan sintaksis, keahlian
bercakap meningkat. Tahap 9-11 tahun definisi kata mencakup sinonim, strategi
berbicara terus bertambah. Tahap 11-14 tahun kosakata bertambah dengan
kata-kata abstrak, pemahaman bentuk tata bahasa kompleks, pemahaman fungsi kata
dalam kalimat, memahami metafora dan satire. Tahap 15-20 tahun dapat memahami
karya sastra dewasa.
motivasi (resume 2)
MOTIVASI
Motivasi adalah proses yang
memberi semangat,arah,dan kegigihan perilaku.Artinya,perilaku yang termotivasi
adalah prilaku yang penuh energi,terarah dan bertahan lama.
PERSPEKTIF TENTANG
MOTIVASI
Perpektif Behavioral. Menekankan pada imbalan dan hukuman eksternal
sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang
dapat memotivasi perilaku murid. Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa
insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan
perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang
tidak tepat.
Perspektif Humanistis. Menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan
kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka. Perspektif ini berkaitan
denngan pandangan Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu
sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. Menurut hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan
dengan urutan;
1.fisiologis (lapar, haus, tidur)
2. keamanan (bertahan hidup, perlindungan)
3. cinta dan rasa memiliki (kasih sayang dan perhatian)
4. haga diri (menghargai diri sendiri)
5. aktualisasi diri (realisasi potensi diri).
Aktualisasi diri,Kebutuhan tertinggi dan
sulit dalam hierarki Maslow,aktualisasi diri adalah motivasi untuk
mengembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia.
Perspektif Kognitif. Menurut perspektif kognitif, pemikiran akan memandu
motivasi. Perspektif kognitif berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusya
tidak dilebih-lebihkan. R. W. White mengusulkan konsep motivasi kompetensi,
yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara
efektif, menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efisien.
Perspektif Sosial. Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan
dengan orang lain secara aman. Ini membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan
pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Ini tercermin dalam motivasi
murid untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, orang tua dan guru.
MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU
Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk
mendapatkan sesuatu yang lain(cara untuk mencapai tujuan).Ini adalah motivasi
yang datangnya dari luar diri kita.
Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu
demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Misalnya, murid belajar
menghadapi ujian karena dia senang pada mataa pelajaran yang diujikan itu. Ada
2 jenis motivasi intrinsik: 1) motivasi intrinsik dari determinasi diri dan
pilihan personal. 2) motivasi intrinsik dari pengalaman optimal.
KECEMASAN DAN PRESTASI
Kecemasan adalah perasaan takut dan kegundahan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan.
Normal jika murid merasa cemas atau khawatir saat akan menghadapi kesulitan di
sekolah, seperti saat akan ujian semester. Sejumlah program diciptakan untuk
mengurangi tingkat kecemasan anak. Beberapa program menekankan pada teknik
relaksasi. Program ini sering efektif untuk mengurangi kecemasan, tetapi tidak
selalu menaikkan prestasi. Program ini dikhususkan terhadap aspek kekhawatiran,
di mana program ini berusaha mengganti pemikiran yang destruktif dan negatif
tentang kecemasan dengann pemikiran yang lebih positif dan konstruktif
Ekspetasi Guru. Ekspetasi kemungkinan akan mempengaruhi sikap dan perilaku murid terhadap
guru. Salah satu strategi pengajaran yang penting adalah memantau ekspetasi
anda dan pastikan anda punya ekspetasi positif terhadap semua murid termasuk
yang berkemampuan rendah.
MOTIVASI DAN HUBUNGAN
SOSIAL
Motif Sosial. Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui
pengalaman dengan dunia sosial. Kebutuhan ini membutuhkan pembentukan,
pemeliharaan, dan pemulihan hubungan yang akrab, hangat, dan personal.
Hubungan Sosial. Hubungan sosial dengan orang tua, teman sebaya, kawan, guru dan mentor,
dan orang lain, dapat mempengaruhi prestasi dan motivasi sosial mereka.
Sumber :
Santrock, J. W. 2004. Psikologi Pendidikan. Edisi Kedua.
Diterjemahkan oleh: Tri Wibowo BS. Jakarta. PRENADAMEDIA GROUP.
Perencanaan,Intruksi,dan Teknologi (Resume 1)
Perencanaan,Intruksi,dan Teknologi
Perencanaan
1. Perencanaan
Intruksional
Perencanaan intruksional adalah pengembangan atas penyusunan strategi
sistematik dan tertata untuk merencanakan pelajaran.
2. Kerangka
Waktu
Menyusun rencana waktu yang sistematis membutuhkan pengetahuan tentang
apa-pa yang perlu dilakukan dan kapan melakukannya, atau perlu fokus pada
“tugas” dan “waktu”. Dibawah ini salah satu contoh rencana dan tugas.
Apa yang Perlu Dilakukan
1. Menentukan tujuan
instruksional (Apa yang harus saya capai?)
2. Merencanakan kegiatan (Apa
yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan?)
3. Menentukan Prioritas (Tugas
mana yang lebih prnting?)
Waktu
Melakukannya
1. Membuat estimasi waktu (Berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap kegiatan?)
1. Membuat estimasi waktu (Berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap kegiatan?)
2. Membuat jadwal (Kapan
kegiatan akan dilakukan?)
3. Fleksibel (Bagaimana saya
akan menangani situasi yang tak terduga?)
PERENCANAAN DAN INTRUKSI PELAJARAN TEACHER-CENTERED
Dalam pendekatan ini, teacher-centered memakai perencanaan dan intruksi
disusun dengan ketat dan guru mengarahkan pembelajaran murid.
Perencanaan Pelajaran Teacher-Centered
Terdapat tiga alat umum di sekolah yang berguna dalam perencanaan
teacher-centered, yaitu.
1. Merencanakan Sasaran Behavioral (perilaku).
2. Menganalisa Tugas
3. Menyusun Taksonomi Instruksional
Instruksi Langsung
Instruksi langsung (direct instruction) merupakan
pendekatan teacher-centered yang terstruktur yang dicirikan oleh
arahan dan kontrol guru, ekspetasi guru yang tinggi atas kemajuan murid,
maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademik, dan usaha
oleh guru untuk meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid. Fokus
instruksi langsung adalah aktivitas akademik, bukan materi non-akademik.
Tujuan penting dari instruksi langsung adalah memaksimalkan waktu belajar
murid. Waktu yang dipakai murid dalam mengerjakan tugas-tugas akademik dikelas
dinamakan waktu pembelajaran akademik.
Strategi Instruksional Teacher-Centered
·
Mengorientasikan
·
Advance organizer
·
Pengetahuan, Penjelasan, dan Demonstrasi
·
Pertanyaan dan Diskusi
.
·
Mastery Learning
·
Seatwork
·
Pekerjaan Rumah
Mengevaluasi Instruksi Teacher-Centered
·
Jadilah perencana yang rapi dan ciptakan sasaran instruksional
·
Selalu berharap agar murid mendapatkan kemajuan dan memastikan agar murid
meluangkan mendapat waktu pembelajaran akademik yang memadai
·
Luangkan waktu untuk memberikan orientasi pelajaran
·
Gunakan metode lecturing
·
Libatkan murid dalam pembelajaran demgan mengembangkan keterampilan
mengajukan beberapa pertanyaan
·
Suruh murid untuk mengerjakan seatwork atau tugas lainnya.
·
Beri pekerjaan rumah kepada murid untuk meningkatkan waktu pembelajaran
akademik dan libatkan orangtua untuk membantu pembelajaran anak.
PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN LEARNER-CENTERED
Prinsip Learner-Centered
Instruksi dan perencanaan learner-centered adalah para siswa, bukan
guru. Meningkatnya minat terhadap prinsip learner-centered dalam
perencanaan dan instruksi ini telah menghasilkan satu set pedoman
diberi judul Learner-Centered Psychologycal Principles: A Framework for
School Reform and Redesign.
Learner-Centered Principles Work Group percaya bahwa selama dekade yang
lalu riset psikologi yang relevan dengan pendidikan telah memberikan banyak
informasi, dan meningkatkan pemahaman mengenai aspek kognitif, emosional dan
kontekstual dari pembelajaran. Prinsip ini menekankan pembelajaran dan pelajar
yang aktif dan reflektif.
Faktor Kognitif dan Metakognitif
1. Sifat proses pembelajaran.
2. Tujuan
proses pembelajaran.
3. Konstruksi
pengetahuan
4. Pemikiran
strategis
5. Memikirkan tentang
pemikiran (metakognisi)
6. Konteks pembelajaran
Faktor Motivasi dan Emosional
1. Pengaruh motivasi dan
emosi terhadap pembelajaran.
2. Motivasi intrinsik untuk
belajar
3. Efek motivasi terhadap
usaha
Faktor Sosial dan Developmental
1. Pengaruh perkembangan
pada pembelajaran
2. Pengaruh sosial
terhadap pembelajaran
Faktor Perbedaan Individual
1. Perbedaan individual
dalam pembelajaran
2. Pembelajaran dan
diversitas
3. Standar dan
penilaian
Beberapa Strategi Instruksional Learner-Centered
1. Pembelajaran Berbasis Problem.
Pembelajaran berbasis problem menekankan pada pemecahan problem kehidupan
nyata. Kurikulum berbasis problem akan memberi problem riil kepada murid, yakni
problem yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pertanyaan Esensial.
Pertanyaan esensial adalah pertanyaan yang merefleksikan inti dari
kurikulum, hal paling pemting yang harus dieksplorasi dan dipelajari oleh
murid.
3. Pembelajaran Penemuan
Pembelajaran penemuan adalah pembelajaran di mana murid menyusun pemahaman
sendiri. Pembelajaran penemuan berbeda dengan pendekatan instruksi lamgsung, di
mana guru menjelaskan secara langsung informasi kepada murid.
TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
Revolusi Teknologi
Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi di
mana kita kini hidup. Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama
beberapa dekade, tetapi teknologi masih dipakai secara sederhana dan berubah
dengan lamban.
Internet
Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet
berisi ribuan informasi jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunja,
menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid.
·
World Wide Web (WWW) adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang
menghubungkan berbagai materi internet; materi ini mencakup teks dan grafis.
·
Website adalah lokasi individu atau organisai di Internet.
·
E-mail adalah singkatan dari electronic mail dan merupakan
bagian penting lain dari Internet
Teknologi dan Diversitas Sosiokultural
Berikut beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan
dalam akses dan penggunaan komputer.
Berikut beberapa rekomendasi untuk
mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan komputer.
·
Saring materi teknologi untuk menghilangkan bias gender, kultural, dan
etnis.
·
Gunakan teknologi sebagai alat untuk menyediakan kesempatan pembelajaran
yang aktif dan konstruktif untuk semua murid dari semua latar belakang.
·
Beri murid informasi tentang pakar dari latar belakang gender dan etnis
yang berbeda.
·
Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktivitas belajar berbasis
komputer.
Sumber :
Santrock, J.W. 2004. Psikologi
Pendidikan. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh : Tri
Wibowo BS. Jakarta : PRENADAMEDIA GROUP
Minggu, 05 Maret 2017
TUGAS PENDIDIKAN
KELOMPOK III
Fazila Humayra 16-162
Myra Yuliza 16-163
Megawati Ginting 16-179
Mutthaharah 16-199
Shania Ulimaz 16-203
Deau Fitri Aini 16-206
Amanda Aprilitta 16-207
Amelia Reisha 16-218
Fazila Humayra 16-162
Myra Yuliza 16-163
Megawati Ginting 16-179
Mutthaharah 16-199
Shania Ulimaz 16-203
Deau Fitri Aini 16-206
Amanda Aprilitta 16-207
Amelia Reisha 16-218
Kamis, 02 Maret 2017
Tugas pendidikan kelompok 3
KELOMPOK 3
Fazila Humayra 16-162
Myra Yuliza 16-163
Megawati Ginting 16-179
Mutthaharah 16-199
Shania Ulimaz 16-203
Deau Fitri Aini 16-206
Amanda Aprilitta 16-207
Amelia Reisha 16-218
Myra Yuliza 16-163
Megawati Ginting 16-179
Mutthaharah 16-199
Shania Ulimaz 16-203
Deau Fitri Aini 16-206
Amanda Aprilitta 16-207
Amelia Reisha 16-218
Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan 2 sks harus memiliki email dan blog ditinjau dari penilian Psikologi Pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya?
Menurut kelompok kami, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan 2 sks harus memiliki email dan blog agar:
1. Dapat menambah ilmu dan pengalaman di dunia blog
Kita dapat mengetahui cara membuat blog, cara penggunaannya dan berbagi informasi kepada orang lain di seluruh Indonesia. Kita juga dapat menambah ilmu melalui kuliah online yang di berikan oleh pemateri dari seluruh penjuru dunia, berbagi pengalaman dengan sesama mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan di Indonesia dengan hanya cara mengakasesnya via internet.
2. Memudahkan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dan pembelajaran
Email dapat mempermudah dalam mengumpulkan tugas. Adanya email dapat memudahkan mahasiswa mengumpulkan tugas ke dosen tanpa bertatap muka secara langsung.
3. Membantu pemecahan masalah
Blog dapat membuat mahasiswa mengembangkan kemampuannya dalam menemukan dan mengelola informasi dan pengetahuan untuk memecahkan masalah masalah pada dunia nyata. Terutama tentang pendidikan di daerah sekitar kita.
Langganan:
Postingan (Atom)